Melalui Susu Listrik Hadi Apriliawan Memajukan Desa

Melalui Susu Listrik Hadi Apriliawan Memajukan Desa

Seperti yang kita ketahui manfaat susu banyak sekali untuk tubuh kita. Susu dikenal kaya akan kandungan nutrisi yang mampu menjaga tubuh terhindar dari serangan penyakit.

Biasanya jenis susu yang sering dikonsumsi adalah susu sapi. Nah, ada beberapa manfaat susu untuk kesehatan

Manfaat minum susu dapat meningkatkan kekuatan tulang
Manfaat minum susu telah sering dikaitkan dengan kesehatan tulang, hal ini dikarenakan susu memiliki kombinasi kandungan kalsium, potassium, fosfor, protein, dan vitamin K2.

Melalui Susu Listrik Hadi Apriliawan Memajukan Desa
picture by pixabay

Meningkatkan sistem imun tubuh
Tidak  hanya meningkatkan kekuatan tulang, susu sapi juga dapat meningkatkan sistem imun tubuh, kandungan vitamin A dan B12 berfungsi untuk mencegah masuknya zat berbahaya atau kuman penyebab penyakit ke dalam tubuh.

Manfaat minum susu juga dapat menjaga kesehatan mata
Kandungan vitamin A dalam susu juga dapat menjaga kesehatan mata. Karenanya mengkonsumsi susu dengan cukup juga dapat mendukung pemenuhan asupan vitamin A untuk meningkatkan kualitas penglihatan serta menurunkan resiko penyakit mata.

Meningkatkan massa otot dan Menambah energi tubuh
Manfaat minum susu sapi murni yang kaya akan kandungan protein dapat meningkatkan massa otot. Susu sapi memiliki protein lengkap yang mengandung sembilan asam amino yang diperlukan tubuh. Asam amino ini dapat membantu dan mencegah kehilangan massa otot. Juga menambah energi bagi tubuh Berkat kandungan magnesium yang ada di susu sapi.

Sebenarnya masih banyak lagi manfaat ,minum susu secara rutin jika dikonsumsi setiap hari dari usia balita sampai dewasa.

Nah bicara soal susu sebuah desa di lereng Gunung Raung, Kabupaten Banyuwangi. Yaitu Desa Sragi yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai peternak sapi perah. Tapi ada masalah yang kerap mengganggu dan akhirnya melahirkan ide seorang pemuda Hadi Apriliawan, yang juga berasal dari keluarga peternak sapi perah.

Masalahnya yaitu produksi susu sapi yang cepat basi meskipun baru disimpan selama beberapa jam. Ditambah masih minimnya pemanfaatan teknologi membuat para peternak harus rela produksi susu sapinya dijual dengan harga yang sangat murah.

Saat itu, satu liter susu perah hanya dibanderol sekitar Rp 4.000 - Rp 5.000 saja bila dijual ke Koperasi Unit Desa (KUD) ataupun perusahaan. Pembayaran juga terkadang harus menunggu hingga seminggu setelah penyetoran susu. Adapun kalau ada peternak yang menjual dalam bentuk olahan, caranya masih konvensional. Padahal, jika melalui pengolahan yang tepat para peternak bisa memperoleh keuntungan yang lebih besar sekitar 90 persen.

Melalui Susu Listrik Hadi Apriliawan Memajukan Desa


Inovasi di Tengah Keprihatinan.

Akhirnya Hadi yang juga seorang mahasiswa dari Universitas Brawijaya jurusan Teknologi Pertanian, mempunyai tekad untuk mensejahterakan peternak sapi di Desa kelahirannya. Apalagi saat dia juga mengetahui bahwa orang tuanya mempunyai impian agar kualitas produksi susu sapinya bisa membaik dan tahan lama.

Jalan pun mulai terbuka pada tahun 2007. Saat itu Hadi berkesempatan untuk mengikuti Program Kreatif Mahasiswa (PKM). Tentu banyak tantangan yang harus Hadi hadapi demi mewujudkan impian orang tua dan para peternak sapi perah di desanya. Mulai dari harus membaca puluhan jurnal penelitian sebagai referensi hingga bolak-balik berkonsultasi dengan dosen untuk menemukan teknologi mesin yang pas. Sampai akhirnya, Hadi menemukan sebuah buletin dari Jepang tentang sushi.

Melalui Susu Listrik Hadi Apriliawan Memajukan Desa

Dalam buletin tersebut, ternyata daging ikan sebagai bahan utama sushi disimpan dengan teknologi pasteurisasi kejut listrik bertegangan tinggi agar tidak mudah busuk. Menurut Hadi, bila daging saja bisa diawetkan dengan pasteurisasi, susu yang sama-sama bersifat konduktor atau penghantar listrik harusnya juga bisa.

Ide yang muncul dari buletin Jepang itu pun akhirnya dia konsultasikan dengan dosen pembimbingnya. Namun, disanggah karena hipotesis yang belum terlalu kuat. Benar saja, pada percobaan pertama inovasinya justru mempercepat perkembangbiakan bakteri di dalam susu.

Tercipta  Latte Electricity atau Susu Listrik (Sulis) untuk Peternak Sapi.

Pantang menyerah, Hadi kembali menyusun formula untuk merangkai mesin pasteurisasi yang pas bersama teman-temannya dari berbagai latar belakang. Seperti mahasiswa teknik elektro, kedokteran, hingga gizi. Percobaan demi percobaan yang dilakukan sejak tahun 2007 itu pun akhirnya membuahkan sebuah prototype alat pasteurisasi plasma keju listrik. Alat itu diberi nama Latte Electricity atau dikenal pula dengan julukan Susu Listrik (Sulis).

Melalui Susu Listrik Hadi Apriliawan Memajukan Desa
Hadi Apriliawan

Berbicara tentang pasteurisasi sebenarnya ada dua metode, yakni pasteurisasi termal dan nontermal. Dalam pasteurisasi termal, biasanya peternak merebus susu yang baru saja diperah menggunakan peralatan manual, seperti panci. Cara ini memiliki kelemahan. Saat direbus, ada protein susu yang pecah dan berdampak pada berkurangnya kandungan nutrisi.

Sedangkan cara nontermal melalui kejut listrik. “Mesin saya pemanasannya medium. Lalu dibantu kejut listrik. Logikanya, saat dipanaskan bakteri pingsan. Lalu dihajar sama kejut listrik. Bakteri yang kena kejut listrik (tembakan elektron) akan berlubang-lubang, termasuk ion lama-lama dia menggelembung besar. Akhirnya dialisis dan pecah,” terangnya.

Sebagai sebuah alat percontohan, saat itu Sulis hanya mampu menampung 5 liter susu sapi. Itu pun baru mampu memperpanjang masa simpan susu hingga seminggu. Inovasi pun terus disempurnakan hingga akhirnya Hadi berhasil menciptakan dua jenis mesin Sulis berkapasitas 20 liter dan 1,2 ton dengan tegangan 50kV-100kV melalui CV Inovasiana Anak Negeri.

Selain kapasitas yang besar, keunggulan mesin pasteurisasi plasma listrik ciptaan Hadi juga memungkinkan 98 persen bakteri jahat pada susu perah terbunuh, tanpa merusak nutrisinya. Berbeda dengan mesin pasteurisasi termal yang menggunakan panas yang kerap membuat nutrisi di dalam susu berkurang.

Berbekal keberhasilan, Hadi pun kembali ke kampung halaman untuk memperkenalkan inovasi Susu Listrik yang akhirnya membawa perubahan bagi kesejahteraan peternak sapi Banyuwangi dan sekitarnya. Bahkan berkat inovasi tersebut, banyak peternak yang dulu hanya bergantung pada KUD dan perusahaan, beralih menjual susu pasteurisasi dalam kemasan.

Melalui Susu Listrik Hadi Apriliawan Memajukan Desa
Salah satu olahan susu dari Sulis

Tidak ingin cepat berpuas diri, setelah mengembangkan mesin Sulis di bawah payung CV Inovasiana Anak Negeri, pada 2013 Hadi merintis PT MaxZer Solusi Steril dengan alat-alat serta fasilitas uji laboratorium yang lebih lengkap dan modern. Selain memproduksi Sulis, PT MaxZer Solusi Steril juga fokus mengadakan pelatihan pasteurisasi hingga pembuatan produk turunan susu, seperti keju, yoghurt, hingga sabun.

Produk buatan Hadi Pun tidak hanya dimanfaatkan oleh peternak di Malang dan Banyuwangi, tetapi sudah menjangkau sentra peternakan sapi perah di sejumlah daerah di Indonesia, seperti: Boyolali, Bandung dan Bogor.

Bahkan, sebuah produsen susu yang sudah menasional, juga memesan mesin dari Hadi. Pesanan dari luar negeri juga datang, seperti dari Malaysia, Filipina, Amerika, dan Singapura.

Katanya “Jika sebelumnya mesin tersebut lebih banyak dipakai oleh para peternak, maka tiga-empat tahun terakhir penggunanya mulai bergeser. Saat ini banyak pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), khususnya yang bergerak di sektor makanan dan minuman, juga memanfaatkan alat tersebut.”

Harga mesin Sulis yang terjangkau membuat alat ini menjadi pilihan banyak orang. Satu unit mesin pasteurisasi berkapasitas 10 liter hanya dibanderol Rp 13 juta. Sedangkan untuk yang besar harganya mencapai puluhan juta

Kerja keras Hadi tidak hanya membawa kesejahteraan bagi keluarga dan warga desanya. Lebih dari itu, inovasinya dalam mengembangkan mesin pasteurisasi Sulis ini juga mengantarkan Hadi sebagai penerima apresiasi Semangat Astra Terpadu Untuk Indonesia (SATU) Indonesia Awards tahun 2015 di bidang teknologi.

Program SATU Indonesia Awards adalah sebuah penghargaan yang memberikan apresiasi terhadap anak muda yang ikut berkontribusi mensejahterakan dan memajukan masyarakat sekitarnya.

Ke depannya  Hadi memiliki impian ingin memiliki 100 tempat, seperti yang ada di Malang saat ini, dan lokasinya tersebar di seluruh Indonesia, bahkan luar negeri. Tempat itu digunakan untuk menampung anak-anak muda yang hebat yang memiliki inovasi terkait mesin apa saja

Bagaimana setelah membaca ini? semoga bukan hanya Hadi Apriliawan, kamu pun bisa menjadi anak muda selanjutnya yang membawa perubahan bagi banyak orang dan siap memberikan kontribusi nyata bagi bumi kita Indonesia.

utieadnu😇

Comments