Secangkir Kopi Robusta di Papua Bawa Perubahan
Seperti yang kita ketahui Papua mempunyai panorama yang fantatis, pesona keasrian alamnya membuat kita takjub. Papua punya taman nasional terbesar di Asia Tenggara, Juga disebut juga sebagai pulau terbesar ke 2 di dunia.
Tapi selain alamnya yang indah Papua ternyata juga sebagai penghasil kopi yang ternyata sudah mendunia. Varian kopi Papua pun cukup banyak, baik jenis robusta maupun arabica. Salah satu varietas kopi adalah kopi Lembah Baliem, yang ditanam di Wamena.
![]() |
| pixabay |
Salah satu kopi yang beda dari lainnya yaitu kopi jenis robusta dari kopi petani lokal dari Ambaidiru, Kabupaten Kepulauan Yapen. Kopi Ambaidiru ditanam oleh petani setempat pada ketinggian 800 meter di atas permukaan laut Kota Serui, ibu kota Kabupaten Kepulauan Yapen.
Walaupun Kepulauan Yapen merupakan daerah pesisir, namun Ambaidiru terletak di daerah ketinggian Kampung Ambaidiru menjadi satu-satunya penghasil kopi jenis robusta dari Papua.
Karena inilah sosok perempuan yang bernama lengkap Agies Pranoto, mempunyai ide untuk memperkenalkan lebih luas Kopi robusta Serui. Awalnya secara sederhana dengan membuka Kedai Kopi di teras rumahnya dan diberi nama Kedai Kopi Yoi Serui, ternyata Kedai kopinya selalu dipenuhi pengunjung. Bukan hanya penduduk lokal tetapi orang dari jauh pun berkunjung ke kedainya.
Pada akhirnya melihat orang yang banyak berkunjung ke kedainya Gie panggilan kecil dari Agies Pranoto sampai di situ, belajar meracik minuman kopi dengan bahan dasar dari kopi lokal petani setempat. Tidak disangka racikan kopinya selalu membuat penikmat kopi ketagihan dan mendatangi kedainya.
Katanya “Awalnya pengunjung yang datang, ya hanya sekedar teman, kerabat dan keluarga. Saya bersyukur memiliki banyak sahabat yang baik dan promosi dari mulut ke mulut, bisa membuat Kopi Yoi dikenal,”
Yang Unik dari Kedai Kopi Yoi Serui adalah sengaja mempersilahkan pengunjung untuk meracik kopi sesuai dengan selera pelanggannya. “Kami mempersilahkan jika ada pelanggan yang ingin meracik kopinya sendiri. Jadi, di kedai ini bukan hanya menemukan nikmatnya nyeruput kopi, melainkan pelanggan diajarkan untuk mencintai kopi
Akan tetapi pelanggannya justru tertarik dengan beberapa teknik penyeduhan kopi yang unik. kopi single origin yang terlebih dulu dari biji kopi di grinder, bukan langsung dijadikan bubuk.
Pelanggan rela duduk berjam-jam, hanya untuk melihat cara menyeduh kopi yang baik. Disini, kami mengedukasi pelanggan tentang filosofi kopi itu sendiri.
Melebarkan Sayap Kedai Kopi Yoi Serui
Melihat usahanya semakin maju, timbul ide untuk membuka kembali kedai Gie di lain tempat tapi dengan cara yang unik, yaitu dengan menjual kopi berkeliling menggunakan mobil. Mungkin terinspirasi dengan film Filosofi Kopi.
Pada akhirnya Gie yang selalu menghargai kearifan lokal Papua. Segala usahanya di kedai kopi, sebisa mungkin tetap mengandalkan apapun dari masyarakat sekitar dan kekayaan alam Papua. Termasuk membuka lapangan pekerjaan bagi pemuda asli Papua.
Memang tidak mudah pastinya, lanjutnya “Awal berdiri Kopi Yoi, ada 9 pemuda setempat yang bekerja. Seiring berjalannya waktu, tersisa 6 orang. Sebanyak 3 orang diantaranya pemuda asli setempat dan satu orang difabel.”
Tujuannya hanya satu dengan mengenalkan kearifan lokal setempat, maka generasi muda akan menghargai apa yang ada di sekitarnya. Termasuk tetap menanam Kopi robusta Ambaidiru, meneruskan jejak petani sebelumnya. Karena kebanyakan nih di berbagai tempat, misalkan ayahnya seorang petani enggan sekali anaknya meneruskan usaha bapaknya.
Yang menarik Gie mempekerjakan seorang difabel yang pernah ditemuinya pada salah satu sekolah SLB di Serui untuk kegiatan bersama Usaha Kopiku.
Sampai sekarang kedai kopi yoi masih terus bahkan setiap bulan Kedai Kopi Yoi bisa mengantongi untung bersih hingga Rp12 juta. Jika kamu berkunjung ke Kota Serui, ibukota Kabupaten Kepulauan Yapen, jangan lupa mampir di Kedai Kopi Yoi. Katanya mengakhir pembicaraan “Kami yakin, teman-teman akan betah duduk berlama-lama di kedai kopi yang terletak di Jalan Maluku, Serui atau tepatnya di lorong masuk Kantor KPUD Yapen. Oh iya banyak juga hidden wisatanya yang belum terexplore."
Inilah secangkir kopi robusta di Papua bawa perubahan karena kecintaan terhadap kearifan lokal.




Comments