Keju Indrakila, Keju Lokal Produksi Anak Negeri

Keju Indrakila, Keju Lokal Produksi Anak Negeri
Kalau kita bicara tentang keju pasti tertuju pada negara penghasil keju terbesar seperti, Amerika Serikat, Perancis, Jerman dan Belanda. Tetapi siapa yang kira bahwa ada keju buatan anak negeri yang ternyata tidak kalah enaknya dengan buatan luar. Bahkan menurutku lezat dan gurih.

Karena biasanya kalau ibu rumah tangga itu penentu enaknya ya anak-anak. Masalah hampir setiap hari anakku makan keju, hanya keju tidak dicampur apapun. Itu dikarenakan sewaktu masih kecil aku pertama kali membuat makanan pendamping mpasi saat 6 bulan pertama selalu memakai tambahan keju. Jadilah anak-anakku sampai sekarang makan keju. Tetapi tidak sampai berlebihan sih.

keju-indrakila-keju-lokal-produksi-anak-negeri


Nah kembali ke keju olahan negeri, seperti yang kita ketahui daerah Boyolali, Jawa Tengan disebut juga dengan kota susu, karena hampir rata-rata susu sapi bisa mencapai 110 ton per harinya.

Sayangnya, hal itu tidak dibarengi dengan pengolahan yang maksimal. Dengan kondisi geografisnya yang berada di lereng Gunung Merapi dan Merbabu, Boyolali memang cukup ideal sebagai tempat peternakan sapi perah. Selain karena udaranya yang sejuk, daerah ini juga memiliki sumber daya air dan pakan ternak yang cukup. Di daerah Kecamatan Selo, Cepogo, dan sekitarnya, selain menjadi petani mayoritas warganya juga berprofesi sebagai peternak sapi. Oleh sebab itu, tidak salah bila kota ini memiliki julukan sebagai Kota Susu.

keju-indrakila-keju-lokal
Documen Noviyanto

Mulai dari sinilah seorang anak muda bernama Noviyanto mulai tergerak untuk mengolah susu sapi ke dalam produk lain. Hal ini juga dikarenakan awalany Noviyanto yang sebelumnya terlibat di Lembaga Donor Pemerintah Jerman bernama Deutscher Entwicklungsdienst (DED) yang saat itu terjun ke Kabupaten Boyolali untuk memberikan pelatihan bagi peternak sapi mengenai pemanfaatan hasil susu.

Noviyanto yang waktu itu sebagai asisten seorang ahli produksi olahan susu dari DED yang bernama Benjamin Siegl, sedikit banyak ikut belajar bagaimana cara mengolah susu menjadi keju. Pengalaman inilah yang kemudian menguatkan tekad Noviyanto untuk merintis pabrik keju lokal di seputaran Kabupaten Boyolali.

Tentunya saat memiliki memiliki inisiatif membuat rekomendasi kepada pemerintah Boyolali. Noviyanto memahami jika susu dapat diolah menjadi berbagai produk, seperti sabun, karamel, keju, dan produk lainnya. Oleh karena itu, ia mengusulkan susu Boyolali yang berkualitas diolah menjadi keju, sedangkan susu berkualitas di bawahnya diolah menjadi sabun. Sayangnya, ia kurang mendapat dukungan dari pemerintah Boyolali sebab dianggap kurang memiliki pasar.

Dengan tekad yang kuat, Noviyanto pun terus berusaha. Ia kemudian mendirikan sebuah lembaga yang memproduksi dan memasarkan keju sendiri.

keju-indrakila-keju-lokal-dari-boyolali
Dokumen Noviyanto


Awal Berdirinya Keju Indrakila

Mengusung brand keju Indrakila sebagai nama usahanya. Noviyanto mengambil nama dari kisah pewayangan. Indrakila merupakan tempat Arjuna berdoa sebelum perang melawan Kurawa. Jadi inti dari pemakaian nama tersebut adalah sebagai tempat untuk berdoa. Ia menganggap usaha pembuatan keju ini adalah bagian dari doanya.

Pada awalnya, produksi keju Indrakila tidak semulus yang dibayangkan. harus melakukan uji coba terus menerus, untuk menemukan formula yang pas agar keju produksinya dapat diterima oleh pasar. Tidak hanya itu, pemasaran juga menjadi tantangan terberatnya. Maklum saja, Noviyanto sendiri lulusan arsitek Universitas Muhammadiyah Solo, sehingga kurang memahami ilmu marketing.

keju-indrakila-keju-lokal-produksi-anak-negeri
Dokumen Noviyanto

Tetapi akhirnya pabriknya ini mampu memproduksi setidaknya 50 kilogram keju per hari. Memanfaatkan sedikitnya 500 liter susu yang dipasok dari para peternak sapi yang tergabung dalam Koperasi Serba Usaha (KSU) di Boyolali.

Yang lebih utama lagi keju Indrakila diproduksi menggunakan 100% susu sapi sehingga bisa tahan lama saat disimpan di lemari es. Selain itu, bahan baku lokal juga membuat cita rasanya jadi lebih khas.

Saat ini keju Indrakila sudah banyak varian, beberapa di antaranya seperti mozzarella fresh, mozzarella kuning, feta olive oil, feta chili, mountain chili, dan boyobert.

Boyobert merupakan jenis keju seperti camembert, tapi ia sengaja rubah namanya dari gabungan kata Boyolali dan camembert. Tiga jenis keju yang sudah mendapat izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dipasarkan secara ritel ke supermarket, yaitu mozzarella, keju keraf, dan keju feta.

Kini keju produksinya pun menjadi langganan berbagai kafe dan restoran, terutama kalangan ekspatriat di Kota Semarang, Solo, Yogyakarta dan Bali.

keju-indrakila-keju-lokal-produksi-anak
Dokumen Noviyanto


Mendapatkan Penghargaan SATU Indonesia Award dari Astra

Karena sejak awal Noviyanto memang memiliki tekad untuk mensejahterakan peternak sapi Boyolali dengan memberikan harga terbaik. Dan mengolah Susu sapi yang melimpah di Boyolali, saat ini sudah bisa dikelola secara lebih baik. Atas usaha dan kerja keras tersebut, pada tahun 2012 Noviyanto mendapat penghargaan SATU Indonesia Award (SIA) untuk kategori kewirausahaan.

Dan lebih berharap lagi agar suatu saat nanti keju lokal bisa lebih diterima oleh masyarakat Indonesia sehingga bisa memajukan perekonomian para peternak sapi perah di Boyolali. Tidak ada lagi cerita, susu sapi yang dibuang ke sungai karena kelebihan produksi dan harga sangat murah.

utieadnu

Comments