Es Gak Beres, Yudi Efrinaldi Bikin Beres Pemasukan Banyak Orang
Jatuh bangun usaha aku pikir hanya aku aja nih yang merasakan, dari yang jualan buku karena hobi baca awalnya banyak pesanan tapi seiring waku minat baca berkurang. Apalagi kalau ada pameran buku yang menjual dengan harga murah meriah, Otomatis pemesan buku semakin berkurang akhirnya toko buka pun tutup. Kemudian punya franchise fried chicken, sudah punya 8 gerai tapi harga ayam yg tidak stabil akhirnya tutup juga. Kemudian buat frozen food, hanya rame di awal akhirnya tutup juga, sampai sekarang punya gerai alhamdulillah takoyaki masih berjalan.
![]() |
| Dokumen Pribadi |
Hal yang sama aku mau ceritakan kali ini seorang yang bernama Yudi Efrinaldi asal Asahan, Sumatera Utara ini berhenti bekerja sebagai pegawai honorer. Kemudian pertama kali menjual bubur ayam tahun 2017 tapi hanya bertahan satu tahun. Kendalanya adalah karena masalah lokasi yang sering menumpang-numpang di pinggir jalan. Dan kendala lainnya, karena masalah cuaca.
Lalu usaha kedua membuka ojek online lokal di Kecamatan Kota Kisaran Timur, dinamakan Kijek (Kisaran Ojek). Pemesanan ojek online ini dengan memanfaatkan aplikasi whatsapp. Usahanya ini sebenarnya tidak buruk-buruk amat. Apalagi, ojek online ini cukup membantu bagi masyarakat Asahan. Namun, pada 2019, masuklah operator ojek online besar dari ibu kota negara. Akhirnya, Kijek milik Yudi kalah bersaing.
Kemudian menjual pisang goreng krispi, itupun tidak bertahan lama. Hanya 3 bulan. Sampai akhirnya ketemu jodoh untuk berjualan es. Usahanya kali ini adalah jualan minuman es menjelang buka puasa.
Es Gak Beres Bermula dari Gerobak Pinggir Jalan
Yudi menjual es yang bahannya adalah buah yang diblender. Semacam jus. ternyata banyak yang suka, dan kemudian membuahkan hasil. Bahkan, ada satu teman yang ketika membeli, selalu kehabisan. Dan, sang teman itu kemudian mengatakan, "Es kau gak beres, cepat kali abisnya."
Kata-kata sang teman itulah yang menginspirasinya menjadikan nama produknya yaitu Es Gak Beres di kemudian hari
Setelah bulan Ramadhan selesai, Yudi kembali menjual produk yang sama yaitu es buah blender. Namun kendala kembali muncul. Karena waktu jualannya panjang dari pagi sampai sore, maka produknya yang sudah dibuat sejak pagi, membuat buahnya mengendap dan rasanya menjadi tidak enak.
![]() |
| Dokumen Pribadi |
Karena banyak pelanggan yang protes, Yudi di malam harinya mulai bereksperimen menciptakan formula agar es buah blendernya tak lagi mengendap. Referensinya diambil dari internet seperti youtube.
Dan, akhirnya menciptakan resep baru itu. Yaitu, penggabungan bubuk rasa, susu, dan sirup. Besok paginya, dia kembali jualan Es Gak Beres seperti yang sudah dikenal seperti sekarang ini.
Karena kesulitan untuk membuat bahan baku minuman dalam jumlah besar itu, maka Yudi kembali memutar otak. Akhirnya mencari rekanan yang membuat bubuk rasa. Dia pun mendapatkannya di Bogor, Jawa Barat. Ada pabrik bubuk rasa yang membuat bahan baku dibutuhkannya.
![]() |
| Dokumen Yudi Efrinaldi |
Kemudian, dari Bogor dikirim ke Kabupaten Asahan dan me-rebranding dengan nama Es Gak Beres. Awalnya Es Gak Beres ini hanya punya satu outlet yaitu milik Yudi saja. Namun karena viral, banyak orang yang ingin bekerja sama menjadi mitra. Dari 3 varian rasa sekarang minumannya itu mencapai 50 rasa dengan racikan sendiri.
Dengan sistem bukan franchise tetapi, mereka yang bermitra cukup membeli bahan ke Yudi dan menjual minuman dengan merek Es Gak Beres. "Kita tidak menerima royalti, ini bedanya. Tapi mitra harus beli bahan baku. Kalau tidak, merek dicabut," kata Yudi.
Adapun caranya, mitra tidak dipaksakan harus membeli bahan baku dengan nilai tertentu. Berapa modal mitra yang ada, disesuaikan. Misal punya modal Rp 2 juta, maka akan diberi bahan bakunya sebanyak harga itu. Jadi, tidak ada patokan harga per paketnya. Bagi yang sudah setuju, mitra diberikan pelatihan dan pembinaan awal oleh Yudi. Dan, akan dilakukan pemantauan untuk evaluasi.
Dari awalnya hanya berkembang di Kabupaten Asahan, merek Es Gak Beres ternyata viral dan diminati oleh banyak mitra. Cabang pertama di luar Kabupaten Asahan yakni di Rantau Prapat, Labuan Batu, Sumatera Utara. Ada 20 mitra yang dibina oleh Yudi. Semakin viral, Es Gak Beres masuk ke ibu kota Sumatra Utara, Medan.
Yudi mengatakan, “Pemasaran Es Gak Beres murni dari mulut ke mulut. Karena, tidak pernah memasang iklan. Awalnya mitra itu menjadi konsumen, dia coba ternyata rasanya enak. Setelah itu dia tanya-tanya ingin bermitra dan akhirnya menghubungi saya,''.
Sampai saat ini, Yudi berhasil membuka cabang Es Gak Beres hampir 500 cabang yang tersebar di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Riau, Aceh, Jambi, Lampung, Kalimantan Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.
![]() |
| Dokumen Yudi Efrinaldi |
Melalui usahanya, tidak hanya memperbaiki kondisi ekonominya, namun membuka banyak lapangan pekerjaan. Dengan prinsip ingin memberikan dampak positif bagi masyarakat. Salah satu program Yudi ialah mendonasikan keuntungan usahanya melalui komunitas Sedekah Keroyokan. Dia pun mengajak para pengusaha untuk berdonasi dan membantu masyarakat yang membutuhkan lewat berbagai program sosial.
Mendapatkan Penghargaan SATU Indonesia Award
Pada tahun 2021, Yudi terpilih sebagai salah satu penerima Satu Indonesia Awards. Perjuangan pasang surut telah dilewati. Kerja keras dan tekad positif Yudi layak dijadikan inspirasi untuk generasi selanjutnya agar tidak kenal lelah dan berusaha mengejar sesuatu yang bermanfaat.
Satu Indonesia Awards 2023 mengajak para pembaca yang memiliki semangat juang tinggi memberi manfaat untuk banyak orang.
Dari kisah Es Gak Beres Yudi Efrinaldi, untuk berhasil itu tidak mudah banyak proses yang harus dilalui, untung rugi, jatuh kemudian bangun kembali. Sampai pada akhirnya membuahkan hasil dan bisa menolong orang banyak. Pun setelah berhasil ada hak orang yang harus diberikan. Dan Es Gak Beres pada 23 Desember 2020, sudah ada Es Gak Beres caffe, resto dan rotoff di Kisaran dengan fasilitas yang lengkap dan views yang bagus antara sungai dan air terjun
Semoga kita semua bisa belajar dari sana. Dan akan lahir Yudi yang lain yang bisa bermanfaat untuk orang banyak dan yang terpenting satu lagi jangan pernah takut gagal untuk berusaha. Karena sebuah proses tidak akan pernah mengingkari hasilnya.
utieadnu




Comments